Selasa, 12 April 2011

TENAGA PENGUBAH MUKA BUMI


Bentuk muka bumi yang kita saksikan tidak rata dan akan selalu berubah meskipun secara perlahan dan dalam jangka waktu yang lama. Perubahan bentuk muka bumi disebabkan oleh adadnya tenaga alam yang disebut tenaga geologi. Ilmu pengetahuan yang memapelajaari proses perubahan bentuk muka bumi adalah geomorfologi.Berdasarkan asalnya, tenaga geologi dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga endogen dan eksogen.

1. Tenagaa Endogen

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan bersifat membangun permukaan bumi. Tenaga endogen terdiri atas tenaga tektonik, vulkanis, dan gempa bumi.

a. Tenaga Tektonis.

Tenaga tektonis merupakan tenaga dari dalambumi yang menyebabkan terjadinya perubahan letak lapsan permukaan bumi secara mendatar atau vertikal, baik yang mengakibatkan putusnya hubungan batuan maupun tidak. Gerakan tektonis dibedakan menjadi dua, yaitu tektonis epirogenesa dan tektonis orogenesa.

1) Tektonis pirogenesa

Tektonis epirogenesa adalah prosesperubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga yang lambat dari dalam dengan arah vertikal, baik ke atas maupuan ke bawah melliputi wilayah yang luas. Gerakan tektonis epirogenesa ada dua macam, yaitu epirogenesa positif dan epirogenesa negatif.

a) Epirogenesa positif adalah gerakan dengan arah ke bawah menyebabkan daratan mengalami penurnan seolah-olah permukaan laut menjadi anaik. Penyebab gerakan itu adalah adanya tambahan beban, misalnya adanya sedimen yang sangat tenbal di suatu lembah yang sangat luas di kulit bumi (geosinklinal) atau karena tertutup glasial yang sangat tebal. Contohnya adalah pada periode Pleistosen saat terjadi Zaman es yang meluas ke arah ekuator dan menyebabkan beberapa daerah mengalami penurunan. Karena ujung selatan Louisiana di muara Mississippi mengalami proses pengendapan sangat cepat, akibatnya daerah geosinklinal di Indoneisia tertutup endapan sampai ribuan meter.
b) Epirogenesa negatif adalah gerakan dengan arah ke atas menyebabkan naiknya permukaan daratan seolah-olah permukaan laut menjadi turun. Peyebab gerakan itu adalah pengurangan beban lapisan kerak bumi, misalnya lapisan es yang mecair. Contohnya Pantai Stockholm yang naik rata-rata 1 m setiap 100 tahun. Banyak pula plato yang terbentuk karena pengangkatan dataran rendah secara perlahan-lahan, misalnya Plato Colorado mengalami pengangkatan sekitar 1.000 meter sejak 50 tjuta tahun yang lalu.

2) Tektonis Orogenesa

Tektonis orogenesa adalah pergerakan lempeng tektonis yng sangat cepat meliputi wilayah yang sempit. Tektonik orogenesa merupakan proses pembentukan gunung atau pegunungan akibat adanya tabrakan lempeng benua, tabrakan sesar bawah benua dengan lempeng samudera, perekahan kontinen, atau pergeseran punggung samudera dengan benua. Tektonis orogenesa biasanya disertai proses pelengkungan (warping), lipatan (folding), pataha (foulting), dan retakan (jointing) serta adanya penerobosan batuan beku dan pembentukan batuan malihan. Salah satu contoh hasil tektonis orogenesa adalah deretan Pegunungan Mediterania yang memanjang dari pegunungan Atlas di Afrika sampai wilayah Indonesia.

a) Lipatan (Fault)

Struktur batuan akan mengalami lipatan jika tertekan suatu tekanan yang lemah, tetapi berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama. Besarnya tekanan masih di bawah titik patah batuan sehinggadapat ditahan oleh sifat plastis batuan.

Bagian puncak lipatan disebut antiklinal, sedangkan bagian lembah disebut sinklinal. Daerah pegunungan lipatan besar biasanya dihasilkan oleh tekana horozontal dari arah yang berlawanan yang puncaknya masih mengalami pelipatan kecil-kecil, demikian juga bagian lembah.

Berdasarkan sumbu lipatannya, terdapat 4 tipe pelipatanyang umum, yaitu lipatan tegak, lipatan miring, lipatan menggantung, dan lipatan rebah.

b) Patahan (Fold)

Struktur batuan mengalami patahan jika terjadi tekanan yang kuat melampaui titik patah batuan dan berlangsung sangat cepat. Batuan tidak hanya retak-retak, tetapi dapat terpisah. Daerah sepanjang patahan biasanya merupakan pusat gempa bumi karena selalu mengalami pergeseran.

Terdapat 3 jenis patahan yang khas akibat adanya gerakan lempeng.

(1) Normal Fault, yaitu patahan yang arah lempeng batuan turun mrngikuti arah gaya berat.
(2) Reserve Fault, yaitu patahan yang arah lempeng batuannya naik berlawanan arah dengan gaya berat.
(3) Strike Fault, yaitu patahan yang arah lempengmbatuannya horizontal dan berlawanan.

Berbagai tipe patahan tersebut dapat menghasilkan bentuk permukaan bumi, yaitu sebagai berikut.

(1) Graben atau Slenk (tanah turun), yaitu suatu depresi yang terbentuk antara dua patahan sehingga blok batuan yang berbedadi tengan kedua patahan mengalami penurunan.
(2) Hors (tanah naik), yaitu jika baigan di antara dua patahan mengalami pengangkatan lebih tinggi dari daerah sekitarnya.


(3) Faul Scrap, yaitu dinding terjal (cliff) yang dihasilkan oleh patahan dengan salah satu blok bergeser ke atas menjadi lebih tinggi. Seringkali fault scrap tidak tampak lagi karena sudah mengalami erosi.

c) Retakan (Joint)

Struktur retakan terjadi karena pengaruh gaya renggangan sehingga batuan retak-retak, tetapi masih bersambung. Retakan biasanya ditemukan pada baatuan yagn rapuh di daerah di daerah puncak antiklinal dan dikenal dengan nama tectonic joint.

d) Pelengkungan (Warping)

Gerak vertikal yang tidak merata pada suatu daerah, khususnya yang berbatuan sedimen akan menghasilkan perubahan struktur lapisan yang semula horizontal menjadi melengkung. Jika melengkung ke atas akan membentuk kubah (dome), sedangkan melengkung ke bawah akan membentuk cekungan (basin)

b. Tenaga Vulkanis

Vulkanis atau bersifat gunung api dapat diartikan sebagai suatu gejala atau akibat adanya aktivitas magma di dalam litosfer hingga keluar sampai ke permukaan bumi. Magma adalah bahan batuan pijar yang dapat berupa benda padat, cair, dan gas yang berada di dalam kerak bumi. Ilmu yang mempelajari gunung berapi adlah vulkanologi.

Terdapat 2 gerakan magma, yaitu intrusi dan ekstrusi

1) Intrusi Magma

Intruksi magma adaalah proses penerobosan magma melalui rekahan-rekahan (retakan) dan celah pada lapisan batuan pembentuk litosfer, tetapi tidak sampai ke luar permukaan bumi. Proses intrusi terjadi akibat tekanan gas-gas yang terkandung di dalam magma itu sendiri. Karena adanya proses pendinginan akibat penurunan suhu, magma dapat membeku dan membentuk bongkah-bongkah batuan yang sangat keras.

2) Ekstrusi Magma

Ekstrusi magma adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi. Ada 2 cara proses keluarnya magma tersebut, yaitu meleleh dan meledak.

a) Meleleh (erupsi efusif) melalui retakan-retakan pada badan gunung api.
b) Mendesak tubuh gunung api (erupsi eksplosif) sehingga menghacurkan sebagian badan gunung api gtersebut.

Berdasarkan bentuknya, gunung api dibedakan menjadi tiga, yaitu strato, maar, dan perisai

1) Gunung Berapi Strsto

Gunung berapi strato berbentuk kerucut, kerucut itu terbentuk karena materi letusan gunung api merupakan campuran antara erupsi efusif dan erupsi eksplosif. Letusan itu terjadi berulang-ulang hingga membentuk lapisan-lapisan badan gunung. Hampir seluruh gunung api di Indonsia merupakan gunugn api strato. Contohnya Gunung Merapi fi Jawa Tengah, Gunung Kerakatau di Selat Sunda, Lampung.

2) Gunung Api Maar

Gunugn api maar berbentuk seperti danau kecil. Bentuk seperti danau itu disebabkan oleh letusan gunung yang bersifat eksplosif, namun tidak terlalu kuat dan hanya terjadi sekali. Contohnya Gunung Lamongan di Jawa Timur.

3) Gunung Api Perisai

Gunung api perisai berbentuk seperti perisai. Bentuk seperti perisai disebabkan oleh letusan gunung yang bersifat efusif karena bahan yang dikeluarkan berupa lava yang sangat cair. Contohnya, gunung api di Kepulauan Hawaii.


* Sumber : http://geospasial.blogspot.com/2010/11/tenaga-pengubah-muka-bumi_07.html * 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar