Minggu, 17 April 2011

ANGIN-ANGIN PEMBAWA BENCANA




Terdapat 2 jenis angin yang sering menimbulkan korban dan kerugian yang  banyak bagi manusia. Angin-angin pembawa bencana ini adalah Angin Topan dan AnginTornado. Apakah Angin Topan dan Angin Tornado itu? Apa perbedaan keduanya? Bagaimana terjadinya kedua angin berbahaya ini? Berikut penjelasannya.
ANGIN TOPAN
Angin Topan adalah badai besar yang sangat kuat dengan pusaran angin yang dahsyat dan berkecepatan 120 km/jam atau lebih. Ahli Meteorologi menyebutnya Angin Topan Tropis, karena terbentuk di atas samudera yang hangat.
Angin Topan terbentuk ketika uap air terangkat dari lautan dan membentuk dinding awan yang tebal. Udara dan uap air yang hangat berputar ke atas dan membentuk spiral. Semakin hangat, udara lembab terdesak masuk ke bawah udara yang naik dan udara yang berputar mulai membentuk topan. Angin kencang yang berputar di sekitar daerah yang tenang, bersih dari awan, dan bertekanan rendah, disebut mata angin topan.
Dalam perjalanannya Angin Topan membawa hujan deras dan gelombang tinggi. Gelombang tinggi terjadi apabila Angin Topan ini terbentuk di atas lautan dan mengaduk laut di bawahnya sehingga menimbulkan gelombang besar, dan ketika ia akan bergerak ke arah daratan, ia mendorong gelombang air yang  besar didepannya sehingga terjadinya gelombang tinggi. Dan ketika mencapai daratan, Angin Topan menyebabkan kerusakan dan kerugian yang besar. Gelombang tinggi dan hujan yang deras  sering mengakibatkan banjir di daerah pantai. Bahkan banjir ini lebih merusak dibandingkan Angin Topannya sendiri. Hingga saat ini, belum ada ilmuwan yang bisa menemukan cara untuk menghentikan Angin Topan.
Zona Angin Topan di dunia ada di antara garis balik utara dan selatan. Garis balik utara terletak di sebelah utara khatulistiwa dan garis balik selatan terletak di sebelah selatan khatulistiwa, atau merentang di sebagian Samudera Atlantik, Pasifik dan India.  Wilayah ini adalah bagian terpanas di bumi, oleh karenanya perairan di sana sangat hangat. Samudera dengan temperatur di atas 270C menghasilkan uap lembab yang bisa membentuk Angin Topan. Angin Topan biasanya bergerak ke arah barat karena didorong oleh Angin Pasat. Kemudian, Angin Topan berbalik dari Khatulistiwa dan menambah kecepatan karena pengaruh rotasi bumi. Di belahan bumi utara, Angin Topan selalu berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Banyak Angin Topan berbelok ke timur ketika sampai di daerah yang lebih dingin.
Badai tropis dashyat ini apabila terjadi di sebelah barat Samudera Pasifik disebut Angin Taifun (Typhoon), dan apabila terjadi di Samudera India disebut Angin Siklon (Cyclone).
ANGIN TORNADO
Tornado adalah badai yang dashsyat, lebih kecil dari daripada Angin Topan, tapi dengan pusaran angin yang lebih kencang. Pusaran Tornado yang khas tergantung di awan hitam berpetir dan menyentuh tanah seperti corong yang berputar.
Tornado terbentuk oleh gelombang udara. Udara lembab yang hangat bertemu udara kering yang dingin hingga terbentuklah awan petir. Setelah awan petir terbentuk, udara yang hangat naik dan ketika udara hangat mendesak udara kosong semakin banyak, udara mulai berputar. Udara yang berputar membentuk Tornado. Beberapa Tornado hanya berlangsung beberapa detik, sedangkan yang lainnya bisa lebih dari 1 jam. Kebanyakan Tornado bergerak di tanah dengan kecepatan 35-65 km/jam.  Tornado di belahan bumi utara arah putaran udaranya berlawanan dengan arah jarum jam. Tornado dengan awan ditekan oleh angina yang lebih tinggi di atmosfer. Kadang-kadang beberapa Tornado kecil bisa terbentuk dari satu awan petir. Debu dan tanah terisap ke dalam corongnya yang berputar dengan tekanan rendah mengelilingi daerah yang tenang. Kerusakan yang timbul sepanjang lintasan Tornado bisa selebar lebih dari satu kilometer dengan panjang 100 km. Lebar corong Tornado kecil mungkin hanya 3 meter, sedangkan Tornado yang besar bisa ratusan kalinya.
Kalau Tornado terbentuk di atas lautan, air dan buih akan terisap ke dalam awan. Tornado ini disebut Angin ‘Puting Beliung’ (Waterspout). Sekalipun tidak sekuat Tornado di daratan, angin ini sangat mengganggu pelayaran.Tekanan rendah di dalam corong menyebabkan terbentuknya kubah di permukaan laut. Angin Puting Beliung mempunyai diameter 6 sampai 60 meter, dan kadang-kadang berpasangan.
Kadang-kadang ketika Tornado terbentuk di atas wilayah yang kering dan panas, ia mengangkat banyak debu dan pasir yang berterbangan, dan disebut ‘setan debu’. Tornado yang berdebu ini seolah mengumpulkan tenaga dari panas di tanah dan bisa mencapai ketinggian 300 meter.
Tornado terjadi di seluruh dunia, dan paling sering di Amerika Utara, Eropa, Asia Timur, dan Australia. Juga ‘setan debu’ sering terjadi di wilayah gurun AS, Australia, India dan Afrika, termasuk di Gurun Sahara.

* Sumber : http://rosnitaariani.wordpress.com/2009/11/18/angin-angin-pembawa-bencana/ * 

MONSOON

Muson (juga disebut angin musim) adalah angin periodik, terutama di Samudra Hindia dan sebelah selatan Asia. Kata ini juga digunakan untuk menyebut musim di saat angin ini bertiup dari arah barat daya di India dan wilayah-wilayah sekitarnya yang diperlihatkan melalui curah hujan yang besar, dan hujan yang dikaitkan dengan angin jenis ini.
Kata “muson” tampaknya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Arab “موسم” (mosem), yang berarti musim. Kata ini paling sering digunakan untuk merujuk kepada perubahan musiman arah angin di sepanjang pesisir Samudra Hindia, khususnya di Laut Arab, yang bertiup dari barat daya untuk setengah tahun dan dari timur laut untuk setengah tahun lainnya.
Pelaut Yunani dalam legenda, Hippalus secara tradisional dianggap sebagai orang pertama yang menggunakan muson untuk mempercepat pelayaran sepanjang Samudra Hindia; nama kuno untuk angin muson di daerah ini juga dipanggil Hippalus. Meskipun begitu, kemungkinan besar Hippalus hanyalah orang Yunani pertama yang memanfaatkan angin muson karena para pelaut Yaman telah melakukan perdagangan dengan India lama sebelum masanya
Proses-proses
Muson terjadi karena daratan menghangat dan menyejuk lebih cepat daripada air. Hal ini menyebabkan suhu di darat lebih panas daripada di laut pada musim panas. Udara panas di darat biasanya berkembang naik, menciptakan daerah bertekanan rendah. Ini menciptakan sebuah angin yang sangat konstan yang bertiup ke arah daratan. Curah hujan yang terkait disebabkan udara laut yang lembap yang dialihkan ke arah pegunungan, yang kemudian menyebabkan pendinginan, dan lalu pengembunan.
Pada musim dingin, udara di darat menjadi lebih sejuk dengan cepat, tetapi udara panas di laut bertahan lebih lama. Udara panas di atas laut berkembang naik, menciptakan daerah bertekanan rendah dan angin sepoi-sepoi dari darat ke laut. Karena perbedaan suhu antara laut dan daratan lebih kecil dibandingkan saat musim panas, angin muson musim dingin tidak begitu konstan.
Muson mirip dengan angin laut, namun ukurannya lebih besar, lebih kuat dan lebih konstan.
Muson Musim Dingin Timur Laut(Angin Muson Barat) (Asia)
Angin Muson Barat adalah angin yang bertiup pada periode Bulan Oktober – April (Indonesia). Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan, yang menyebabkan benua Australia musim panas, sehingga bertekanan minimum dan Benua asia lebih dingin, sehingga tekananya maksimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekenan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju Selatan Khatulistiw/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas di bagian utara (Samudar Pasifik dan Laut Cina Selatan
Muson Musim Panas Barat Daya(Angin Muson Timur)
Angin Muson Timur adalah angin yang bertiup pada periode Bulan April – Oktober (Indonesia). Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi utara, sehingga menyebabkan benua Australia musim dingin, sehingga bertekanan maksimum dan Benua asia lebih panas, sehingga tekananya minimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekenan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia, dan karena menuju Utara Khatulistiw/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kanan. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan sempit.

Monsun Asia Timur adalah aliran musiman yang membawa udara lembab dari Samudra Hindia dan Samudra Pasifik ke Asia Timur. Ini mempengaruhi sekitar sepertiga dari penduduk dunia, dan negara-negara Cina, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan, dll Hal ini didorong oleh perbedaan suhu antara benua Asia dan Samudra Pasifik. Monsun Asia Timur dibagi menjadi musim hujan musim panas yang hangat dan kering dan musim hujan musim dingin dan basah. Musim ini musim dingin dan kering bertanggung jawab atas deposisi debu Aeolian dan pedogenesis yang menghasilkan penciptaan Dataran Tinggi Loess.
Dalam kebanyakan tahun, pergeseran aliran musiman dalam pola yang sangat dapat diprediksi, angin barat daya yang pada akhir Juni ke air semenanjung Korea dan Jepang. Hal ini menyebabkan lonjakan curah hujan yang handal pada bulan Juli dan Agustus. Namun, pola ini kadang-kadang gagal, menyebabkan kekeringan dan kegagalan panen. Di musim dingin, angin adalah timur laut dan band curah hujan musiman kembali ke selatan, penyiraman China selatan dan Taiwan. Monsun Asia Timur dikenal sebagai jangma (장마) di Korea. Di Jepang batas monsun disebut sebagai u-bai seperti uang muka utara selama musim semi, sementara ini disebut sebagai shurin ketika retret batas kembali ke selatan selama bulan-bulan musim gugur. [1] Lebih dari Jepang dan Korea, musim hujan batas biasanya mengambil bentuk sebuah front kuasi-stasioner memisahkan massa udara dingin yang terkait dengan Okhotsk Tinggi ke utara dari massa, udara panas lembab yang terkait dengan punggungan subtropis di selatan. Setelah melewati batas muson utara lokasi tertentu, tidak jarang untuk suhu siang hari melebihi 32 derajat Celcius (90 derajat Fahrenheit) dengan dewpoints dari 24 derajat Celcius (75 derajat Fahrenheit) atau lebih tinggi


* Sumber : http://infokapal.wordpress.com/2009/09/12/monsoon/ * 

Uraian Materi Tentang Angin

Angin merupakan udara yang bergerak akibat adanya perbedaan tekanan udara maupun pergerakan bumi mengitari porosnya. Angin banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk kesejahteraan hidupnya seperti untuk menarik perahu, sumber tenaga listrik, menyejukkan udara, pengering rambut, dan lain sebagainya.
Semakin tinggi kita berada maka semakin kencang pula angin yang menerpa kita. Malam hari, angin tidak sekencang di siang hari. Angin di daerah wilayah khatulistiwa atau garis ekuator seperti indonesia anginnya lebih kencang daripada di daerah kutub.

Jenis-Jenis / Macam-Macam Angin Yang Ada Di Indonesia Disertai Pengertian / Arti Definisi :

1. Angin Laut (Angin Siang)Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi pada siang hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00. Angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut.

2. Angin Darat (Angin Malam)Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana demi sesuap nasi.
3. Angin Gunung (Angin Malam)Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung yang terjadi pada malam hari.
4. Angin Lembah (Angin Siang)Angin lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke arah puncak gunung yang biasa terjadi pada siang hari.


5. Angin Fohn (Angin Terjun / Angin Jatuh)Angin fohn adalah angin yang bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda. Angin fohn terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginya lebih dari 200 meter di satu sisi lalu turun di sisi lain.
Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman yang terkena angin ini bisa mati dan manusia yang terkena angin ini bisa turun daya tahan tubuhnya terhada serangan penyakit.
Angin Jatuh atau Angin Terjun punya banyak nama :
- Angin gending di Jawa Timur- Angin bahorok di Sumatera Utara- Angin barubu / Brubu di Sulawesi Selatan- Angin kumbang di Jawa Barat- Angin wambrau di Papua / Irian Jaya

Berdasarkan proses terbentuknya angin dibedakan atas:

1. angin geostrophic. angin yang terbentuk karena adanya gaya coriolis dan perbedaan tekanan.
2. angin thermal angin yang terbentuk karena adanya perbedaan suhu.
3. angin ageostrophic angin yang terbentuk karena adanya perbedaan antara angin aktual dengan angin geostrophic.
4. angin gradien proses terbentuknya sama seperti angin geostrofik, tapi dipengaruhi oleh gaya sentrifugal.secara umum angin bisa dibedakan atas dua yaitu angin lokal dan angin musim.

Angin lokal
1. angin darat dan angin laut. Angin darat dan angin laut terjadi akibat adanya perbedaan sifat antara daratan dan lautan dalam menyerap dan melepaskan energi panas matahari. Daratan menyerap dan melepas energi panas lebih cepat daripada lautan.
2. Angin gunung dan angin lembahAngin lembah terjadi ketika matahari terbit, puncak gunung adalah daerah yang pertama kali mendapat panas dan sepanjang hari selama proses tersebut, lereng gunung mendapat energi panas lebih banyak daripada lembah. Sehingga menyebabkan perbedaan suhu antara keduanya. Udara panas dari lereng gunung naik dan digantikan dengan udara dingin dari lembah. Akibatnya terjadi aliran udara dari lembah menuju gunung. Sedangkan pada sore hari lembah akan melepaskan energi panas dan puncak gunung yang telah mendingin akan mengalirkan udara ke lembah. Aliran udara tersebut dinamakan angin gunung.
3. Angin Ribut/PuyuhPuting beliung dapat terjadi dimana saja, di darat maupun di laut dan jika terjadi di laut durasinya lebih lama daripada di darat. Angin ini umumnya terjadi pada siang atau sore hari, terkadang pada malam hari dan lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba). Luas daerah yang terkena dampaknya sekitar 5 – 10 km, karena itu bersifat sangat lokal.
angin musim (angin moonsoon/monsun)
1. Angin Monsun Asia, Angin ini berhubungan dengan angin baratan yaitu angin yang berasal dari daratan Asia menuju wilayah Indonesia, dengan membawa uap air lebih banyak dari biasanya, sehingga sebagian wilayah Indonesia bagian Selatan Katulistiwa sering banyak hujan atau bertepatan dengan musim hujan di Indonesia.Ketika matahari berada di sebelah Utara Katulistiwa, maka daerah di Belahan Bumi Utara mempunyai suhu udara yang panas dengan tekanan udara cenderung rendah. Sehingga arah pergerakan angin dari Belahan Bumi Utara (daratan Asia) menuju Belahan Bumi Selatan (daratan Australia) dan angin tersebut biasanya berasal dari arah barat menuju timur. Kondisi ini biasa dikenal orang sebagai angin barat.
2. Angin Monsun AustraliaAngin ini berhubungan dengan angin timur yaitu angin yang berasal dari daratan Australia. Ketika matahari berada di Belahan Bumi Selatan, maka Belahan Bumi Selatan mempunyai suhu yang panas dan tekanan udara yang tinggi maka pergerakan angin dari Belahan Bumi Selatan (daratan Australia) menuju Belahan Bumi Utara (daratan Asia).
Angin tetap
1. angin pasat dan anti pasat angin pasat adalah angin yang mengalir di atas muka bumi dari arah subtropis ke khatulistiwa.
2. angin barat dan angin timur angin periodik musiman angin yang terjadi karena perbedaan pemanasan antara daratan dan lautan dalam skala yg lebih besar yaitu antara benua dan samudra.
angin periodik harian
1. angin darat dan laut
2. angin lembah dan angin gunung
3. angin terjun
4. angin lokal

* Sumber : http://angin-geografi.blogspot.com/2008/11/uraian-materi-tentang-angin.html * 

Angin Lokal


Angin Lokal dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan suhu (sama seperti angin lainnya) yang bersifat lokal saja. Artinya angin ini hanya mempengaruhi daerah cakupan yang kecil saja. Angin lokal juga hanya berada pada lapisan troposfer bagian bawah saja. Ada banyak contoh angin lokal. Beberapa contoh angin lokal berskala harian yang ada antara lain 2 pasangan angin ini, angin darat dengan angin laut, dan angin lembah dan angin gunung.
Angin Darat dan Angin Laut

Angin darat dan angin laut sangat dipengaruhi oleh perbedaan fisis antara daratan dan lautan. Perbedaan fisis tersebut dapat dilihat seperti berikut ini.
- Laut memiliki kapasitas panas lebih besar dari darat.
- Laut lebih banyak memantulkan sinar matahari daripada darat.
- Energi matahari dapat masuk kedalam laut sampai kedalaman yang cukup dalam dengan bantuan arus, sedangkan di darat, energi matahari hanya dapat masuk beberapa centimeter saja.

Dari perbedaan perbedaan sifat fisis tersebut, maka jelas terlihat bahwa darat akan lebih cepat panas di siang hari jika dibandingkan dengan laut, dan sebaliknya, dimalam hari, darat akan lebih cepat dingin daripada laut. Secara singkat, darat lebih cepat menyimpan panas, dan juga lebih cepat melepaskan panas.

Pada siang hari, udara di atas daratan akan lebih panas daripada udara di atas lautan. Hal ini menyebabkan tekanan udara di atas darat menjadi lebih rendah daripada tekanan udara di atas laut. Menuruti sifat udara yang bergerak dari tekanan yang lebih tinggi menuju tekanan yang lebih rendah, maka udara akan bergerak dari laut ke darat. Inilah yang disebut angin laut.

Sedangkan pada malam hari, udara di atas daratan akan lebih dingin daripada udara diatas lautan. Tekanan udara di atas daratan menjadi lebih tinggi daripada tekanan udara di atas laut. Sehingga angin berhembus dari darat ke laut. Inilah yang disebut angin darat.

Angin laut biasanya berhembus mulai sekitar pukul 10.00, dan mencapai maksimal pada pukul 14.00. Setelah melewati pukul 14.00 angin akan menurun hingga pukul 20.00. Lalu akan digantikan oleh angin darat. Kekuatan angin darat dan laut sendiri sangat dipengaruhi oleh perbedaan suhu antara laut dan darat. Semakin besar perbedaan suhunya, maka kekuatan angin akan semakin besar.

Di Indonesia sendiri, angin laut dapat terjadi sepanjang tahun. Berbeda dengan Negara Negara di lintang menengah dan tinggi. Walaupun di Indonesia pengaruh angin musim cukup besar, tetapi pengaruh angin laut masih bisa dirasakan. Seperti nelayan yang memanfaatkan angin darat untuk pergi melaut, dan angin laut untuk pulang ke daratan.


Angin Lembah dan Angin Gunung

Berbeda dengan angin darat dan angin laut, angin lembah dan angin gunung lebih dikarenakan perbedaan tekanan udara antara puncak pegunungan / gunung, dengan lembahnya. Pada malam hari, puncak gunung akan lebih dingin dari lembahnya, sehingga angin bergerak dari puncak menuju lembah atau tanah yang lebih rendah. Inilah yang disebut angin gunung. Sedangkan di diang hari, kondisi lereng lereng gunung dan puncak gunung yang di sinari matahari, akan menjadi lebih panas dari daerah lembah, sehingga angin bergerak dari lembah menuju tempat tempat yang lebih tinggi.


* Sumber : http://harirustianto.blogspot.com/2010/03/angin-lokal-angin-lokal-dapat-terjadi.html *

"10 Keajaiban Geologis di Dunia"


Bentuk permukaan bumi yang meliputi reliefnya di darat dan di dasar laut. Bentuk permukaan bumi bermacam-macam seperti : dataran, berbukit, bergelombang, pegunungan, cekungan, lereng dan lain-lain. Permukaan bumi yang tidak seragam dikarenakan proses yang disebabkan oleh tenaga geologis yang terjadi secara bertahap dan selalu berubah seiring waktu, selain itu terdapat teori pembentukan kulit bumi yang membuat permukaan bumi selalu berubah. Pada prosesnya pembentukan bumi diwarnai oleh tenaga geologis yang terdiri atas tenaga endogen dan tenaga eksogen, selain itu permukaan bumi terdiri atas relief yang terdapat di daratan dan pada dasar laut. Berikut ini 10 daftar Keajaiban geologis yang ada di beberapa negara  :

 1. The Wave. Between Arizona and Utah – USA

Pemandangan bebatuan cadas merah yang memukau di perbatasan Arizona dan Utah. The Wave berasal dari bukit pasir berusia 190 juta tahun yang telah berubah menjadi batu. Formasi yang jarang dikenal ini hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki melalui perjalanan sejauh 3 mil dan tanpa hambatan.

2. Antelope Canyon. Arizona – USA

 
Merupakan jurang di Barat daya Amerika yang paling sering dikunjungi dan diabadikan gambarnya. Lembah Antelope ini bertempat di daratan Navojo dekat Page, Arizona. Ia meliputi 2 bagian lembah terpisah yang indah, masing-masing di sebut sebagai Jurang Antelope bagian atas – atau “The Crack” – dan Jurang Antelope bagian bawah – atau “The Corkscrew”.

3. Great Blue Hole (Belize)



Bagian dari sistem batu menara api, Lubang Biru besar terletak kira-kira 60 mil dari daratan diluar Belize, Amerika Selatan. Lingkaran lubang besar yang hampir sempurna mempunyai jarak lintas kira-kira seperempat dari 1 mil (0.4 km), ia merupakan salah satu tempat terjun paling menakjubkan yang ditemukan di Bumi.

Di dalam lubang ini, terdapat air berjarak 480 kaki (145 m) dan kedalaman air memberikan struktur berwarna biru tua yang menyebabkan dunia menyebutnya sebagai “Lubang Biru”.

4. Crystal Cave of the Giants (Mexico)

Ditemukan jauh di dalam sebuah tambang di selatan Chihuahua Mexico, kristal-kristal ini terbentuk di sebuah gua yang seluruhnya tertutup karang batu. Sebuah geodesi penuh dengan kristal yang mengagumkan setinggi pohon cemara, dan pada beberapa tempat sekelilingnya kristal tersebut ada yang berwarna sebening emas dan perak dengan berbagai rupa dan bentuk yang luar biasa.

5. Eye of the Sahara (Mauritania)

 
Daratan luas spektakuler di Mauritania, bagian barat-selatan gurun Sahara adalah sangat besar dengan diameter 30 mil yang dapat dilihat dari luar angkasa. Disebut struktur Richat – atau mata sahara – pada awalnya pembentukan ini diperkirakan disebabkan oleh tubrukan batu meteor, namun sekarang ahli geologi percaya itu adalah hasil dari peninggian tanah dan erosi. Penyebab dari bentuknya yang melingkar masih merupakan misteri.

6. Blue Lake Cave (Brazil)


Wilayah Mato Grosso do Sul di Brazil (dan khususnya kota sunyi Bonito) membanggakan dengan banyak danau bawah tanah yang mengagumkan: Gruta do Lago Azul, Gruta do Mimoso, Aquario Natural. Yang terkenal di dunia “Gruta do Lago Azul” ( Gua Danau Biru ) adalah sebuah gua alam yang bagian dalamnya terbentuk dari stalaktit, stalakmit, dan terdapat sebuah danau biru yang besar dan mengagumkan.
Keindahan dari danau ini benar-benar sesuatu yang mengesankan. Gua Danau Biru mempunyai keanekaragaman bentuk geologi yang besar tetapi yang paling utama berkesan adalah air berwarna biru tua yang berada di dalam danau.

7. Giants Causeway (Ireland)

Sebuah daerah yang terdiri atas 40,000 batu vulkanis yang saling berhimpitan, Jalan Lintasan Raksasa adalah hasil dari ledakan lava vulkanik purba. Bertempat di timur-utara tepi laut Irlandia Utara, sebagian besar pilarnya berbentuk segienam, meskipun ada beberapa yang memiliki 4, 5, 7, dan 8 sisi.
Yang tertinggi berukuran 12 meter, dan lava yang telah mengeras di tebing bukit setebal 28 meter. Dalam sebuah jajak pendapat 2005 oleh pembaca Radio Times, Jalan Lintasan ini dijuluki sebagai  keajaiban alam terhebat keempat di Inggris Raya.

8. Hell Gate (Uzbekistan)

 
Disebut oleh orang setempat sebagai pintu menuju neraka, tempat ini terletak di dekat sebuah kota kecil Darvas di Uzbekistan. Saat ahli geologi melakukan pengeboran gas 35 tahun yang lalu, tiba-tiba mereka menemukan gua bawah tanah yang sangat besar. Seluruh lokasi pengeboran dengan semua perlengkapan dan perkemahan terperosok masuk ke bawah tanah.

9. Wave Rock (Australia)

 
Batu Ombak adalah sebuah formasi batu alami yang berlokasi di Australia Barat. Nama tersebut diperoleh dari kenyataan bahwa ia berbentuk menyerupai ombak laut yang tinggi. Seluruh bagian permukaan menutupi beberapa hektar, bagian “ombak” dari batu itu sekitar 15 meter tingginya dan kira-kira 110 meter panjangnya.

10. Chocolate Hills (Philippines)

 
Terdiri dari sekitar 1,268 bukit berbentuk kerucut sempurna dengan ukuran hampir sama yang tersebar di area seluas lebih dari 50 km2. Merupakan formasi geologi yang sangat tak biasa, dinamakan Bukit Cokelat, berlokasi di Bohol, Filipina.

Ada beberapa hipotesa yang berhubungan dengan formasi bukit. Meliputi kerusakan batu kapur yang sederhana, sub-lautan vulkanik, dorongan dari dasar laut dan teori yang baru-baru ini yang mempertahankan prinsip bahwa sebagai gunung berapi aktif penghancur-diri, ia memuntahkan balok batu besar  yang kemudian muntahan ini terlapisi dengan batu kapur dan belakangan didorong maju dari dasar laut.
 
* SUmber : http://panahmindanasionalis.blogspot.com/2010/11/10-keajaiban-geologis-di-dunia.html  *

Pembentukan magma dan Kulit Bumi

Proses pembentukan kembali kulit bumi yang berupa gunung, pegunungan, plato, lembah, dan retakan yang terjadi akibat gerakan lempeng bumi dinamakan gejala diastrofisme. Peristiwa-peristiwa akibat tenaga endogen mengakibatkan permukaan bumi menjadi berbagai bentuk. Hasil bentukannya dapat berupa lipatan atau patahan.

1. Lipatan
Bentuk muka bumi berupa lipatan terjadi karena adanya tekanan-tekanan mendatar terhadap lapisan sedimen. Lipatan memiliki dua bagian, yaitu antiklinal dan sinklinal.
a. Antiklinal merupakan bagian lipatan yang memiliki posisi lebih tinggi dari bagian lipatan lainnya. Lipatan antiklinal akan membentuk bumi menjadi cembung, contohnya pegunungan atau perbukitan.
b. Sinklinal merupakan bagian lipatan yang memiliki bagian yang lebih rendah dari bagian lipatan lainnya. Lipatan sinklinal akan membentuk permukaan bumi menjadi cekung, contohnya lembah.
Suatu formasi lipatan yang kompleks dapat terjadi apabila ada gabungan lipatan sinklinal dan antiklinal. Puncak lipatan biasanya disebut antiklinorium, sedang cekungan lipatan biasa disebut sinklinorium. Bentuk-bentuk lipatan ada beberapa macam di antaranya adalah lipatan tegak, miring, menggantung, isoklinal, dan rebah.
Puncak lipatan dapat berbentuk memanjang, sehingga membentuk suatu rangkaian pegunungan hingga ribuan kilometer. Rangkaian pegunungan ini dinamakan sirkum. Di permukaan bumi, ada dua rangkaian sirkum pegunungan lipatan, yakni Sirkum Pegunungan Mediterania dan Sirkum Pegunungan Pasifik.
a. Sirkum Pegunungan Mediterania
Sirkum Mediterania memanjang dari wilayah Pegunungan Atlas di Maroko Afrika Utara, ke Pegunungan Alpen di Swiss, Pegunungan Kaukasus di Asia Tengah, hingga Pegunungan Himalaya dan menurun di Teluk Benggala, India. Pegunungan ini naik dan muncul lagi di pegunungan sekitar Andaman, hingga ke beberapa pegunungan di wilayah Indonesia, yaitu pegunungan Bukit Barisan di Sumatra, Jawa, Bali, Kepulauan Nusa Tenggara, dan berakhir di kepulauan sekitar Laut Banda (Pulau Buru). Amatilah peta dunia, temukan daerah yang disebutkan di atas dan tariklah garis untuk mendapatkan polanya.
b. Sirkum Pegunungan Pasifik
Sirkum Pasifik memanjang melintasi sepanjang wilayah di Samudra Pasifik mulai dari pegunungan di Selandia Baru, wilayah pegunungan di kepulauan sekitar Sulawesi, Papua, Halmahera, ke Pegunungan di Filipina, Jepang hingga ke Pegunungan Sierra Nevada, Pegunungan Rocky di Amerika Serikat, dan berakhir di Pegunungan Andes di Amerika Selatan.
2. Patahan
Bentuk patahan disebabkan adanya perubahan posisi kulit bumi akibat tekanan tenaga endogen. Patahan umumnya terjadi pada bagian kulit bumi yang berbentuk batuan. Bidang tempat terjadinya patahan dapat bergeser dari tempatnya semula. Pergeseran tersebut dinamakan sesar.
Berdasarkan arahnya, patahan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu patahan vertikal dan patahan horizontal.
a. Patahan Vertikal
Apabila bagian-bagian sesarnya bergerak ke atas atau ke bawah dinamakan patahan vertikal. Bila bagian sesarnya tampak bergerak ke atas, maka dinamakan sesar naik, sedangkan bila bagian sesarnya tampak seperti turun, maka dinamakan sesar turun. Bagian patahan yang rendah atau turun disebut graben. Bagian ini akan membentuk lembah dari patahan. Sementara, bagian yang lebih tinggi atau naik dinamakan horst. Bagian ini merupakan puncak patahan.
b. Patahan Horizontal
Patahan horizontal merupakan patahan yang sesarnya bergerak mendatar. Posisi pergeseran sesar mendatar, sehingga tidak membentuk cekungan ataupun puncak dari posisi sebelumnya. Biasanya pada patahan jenis ini, bagian kulit bumi yang patah hanya tampak seperti garis atau belah saja.
3. Vulkanisme
Vulkanisme merupakan gejala alam akibat pergerakan magma. Magma berada di bawah kulit bumi dan berbentuk cair serta berpijar. Magma dapat bergerak naik ke permukaan bumi melalui saluran-saluran seperti pipa yang disebut diatrema. Magma yang telah sampai di permukaan bumi disebut lava atau lahar. Pergerakan magma dibedakan menjadi dua macam, yaitu intrusi dan ekstrusi.
a. Intrusi Magma
Intrusi magma atau disebut juga plutonisme, merupakan pergerakan magma memasuki celah-celah kulit bumi, namun tidak sampai naik ke permukaan. Intrusi magma dapat menyebabkan terbentuknya bagian-bagian bumi sebagai berikut.
1) Keping intrusi atau sill yakni magma beku yang bentuknya lebar namun tipis, mendatar berada di antara lapisan sedimen.
2) Batolit, yakni dapur magma beku yang tidak beralas.
3) Lakolit, yakni magma yang berada di antara dua lapisan batu dengan bentuk cembung dengan alas mendatar.
4) Korok atau gang, yakni magma beku yang posisinya memotong lapisan sedimen secara vertikal.
5) Apofisa, yakni cabang atau gumpalan dari korok.
b. Ekstrusi Magma
Ekstrusi magma merupakan pergerakan magma dari dapur magma ke permukaan bumi. Kita dapat menyaksikan peristiwa alam ini melalui letusan gunung berapi.
Ekstrusi magma berdasarkan materi yang dikeluarkan dibedakan menjadi tiga yaitu:
1) erupsi eksplosif, yakni keluarnya magma dengan cara terlempar dengan materi relatif padat,
2) erupsi effusif, yakni magma keluar dengan cara meleleh dan bentuk materi cair, dan
3) erupsi campuran, yakni keluarnya materi padat dan materi cair secara bergantian.
Peristiwa vulkanisme dapat mengubah kulit bumi sehingga terdapat bentuk permukaan bumi yang seperti cekungan. Pada gunung berapi, cekungan ini akan berbentuk seperti mangkuk yang menampung lava, kita menyebutnya kawah. Kawah yang tidak terdapat di puncak gunung dan berukuran sangat luas disebut kaldera.
Berdasarkan tempat keluarnya magma ke permukaan bumi proses ekstrusi atau erupsinya dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
a. Erupsi sentral, yaitu magma keluar dengan cara memusat pada sebuah titik seperti kawah atau kepundan gunung api.
b. Erupsi linear, yaitu magma keluar melewati jalur patahan tanah yang memanjang sehingga tampak seperti garis yang memanjang.
c. Erupsi areal, yaitu magma keluar ke permukaan bumi di areal yang luas karena dapur magmanya sangat dangkal.
4. Tipe-Tipe Gunung Api
Bentuk-bentuk gunung pada permukaan bumi dapat terjadi karena beberapa sebab. Sebab pertama yaitu karena adanya lipatan pada kulit bumi. Adapun yang kedua karena adanya penumpukan kulit bumi yang disebabkan oleh erupsi magma dari perut bumi. Penumpukan kulit bumi karena erupsi magma disebut gunung api.
Bentuk gunung api ada berbagai jenis, antara lain sebagai berikut.
a. Gunung Api Kerucut
Gunung api kerucut atau gunung api strato memiliki bentuk seperti kerucut. Jenis gunung api kerucut paling banyak ada di permukaan bumi. Gunung api ini terbentuk karena adanya erupsi efusif (magma yang meleleh) dan erupsi eksplosif (letusan magma). Letusan gunung api melepaskan eflata yang kemudian tertimbun di sekitar pusat erupsi. Eflata ialah bahan padat yang keluar karena tekanan erupsi. Timbunan lapisan eflata tersebut kemudian menyatu dengan lava beku di sekitar pusat ledakan erupsi, sehingga membentuk badan gunung. Jenis gunung ini paling banyak terdapat di Indonesia. Contohnya Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Fujiyama.
c. Gunung Api Corong
Gunung api corong atau gunung api maar terbentuk karena letusan yang kuat atau eksplosif yang membentuk timbunan eflata sehingga memiliki bentuk seperti corong. Lereng gunung api corong biasanya tidak terlalu curam seperti gunung api kerucut. Gunung api tipe ini memiliki bagian tengah yang kedap air disebut kepundan atau maar. Kepundan sebenarnya adalah kawah yang bila terisi hujan akan membentuk danau. Contoh danau yang terbentuk di gunung api corong misalnya Danau Klakah di Gunung Lamongan.
5. Gejala-Gejala Vulkanisme
Peristiwa vulkanisme atau letusan gunung api selalu diikuti oleh keluarnya materi-materi dari dalam bumi baik yang berupa cair yang disebut lava atau yang berupa padat yang disebut bahan
piroklastika. Bahan-bahan piroklastika meliputi batu-batu besar (bom), batu-batu kecil (lapili), kerikil, pasir, dan abu vulkanis.
a. Gejala Awal Vulkanisme
Sebuah gunung api yang akan meletus biasanya didahului oleh gejala-gejala awal atau tanda-tanda, yaitu sebagai berikut.
1) Sering terdengar suara gemuruh yang ditimbulkan oleh naiknya magma.
2) Asap semakin tebal akibat panas magma.
3) Suhu naik di sekitar kawah.
4) Sumber air banyak yang kering.
5) Tanaman banyak yang layu atau kering.
6) Hewan-hewan menuruni gunung karena adanya perubahan pada suhu tanah.
b. Gejala-Gejala Post Vulkanis
Di sekitar gunung api yang sudah tidak aktif atau sedang beristirahat banyak dijumpai gejala-gejala alami yang disebut gejala-gejala post vulkanis. Gejala-gejala itu antara lain sebagai berikut.
1) Ekshalasi, yaitu keluarnya sumber-sumber gas yang terdiri atas sumber gas belerang (H2S) disebut solfatar, sumber gas gas asam arang (CO2) disebut mofet, dan sumber uap air (H2O) disebut fumarol.
2) Mata air makdani, yaitu sumber air panas yang mengandung mineral-mineral tertentu seperti belerang atau sulfur. Contohnya di Baturaden Jawa Tengah, serta Ciater dan Maribaya di Jawa Barat.
3) Geiser, yaitu sumber air panas yang memancar secara periodik karena adanya tekanan gas magma yang mendorong air di atasnya. Contohnya geiser yang terdapat di Taman Nasional Yellowstone Amerika Serikat.

* Sumber :  http://mrbas.wordpress.com/2010/11/01/pembentukan-magma-dan-kulit-bumi/ * 

Perubahan Fisika dan Kimia

Perubahan Fisika
Suatu materi mengalami perubahan fisika, adalah perubahan zat yang bersifat sementara, seperti perubahan wujud, bentuk atau ukuran. Perubahan ini tidak menghasilkan zat baru.
Jika kita memanaskan es, maka es tersebut akan berubah menjadi air, selanjutnya jika kita panaskan terus maka air akan berubah menjadi uap air.
Peristiwa ini hanya menunjukan perubahan wujud dimana es, adalah air yang berbentuk padat, dan air yang berbentuk cair, dan uap air adalah air yang berbentuk gas. Tampak bahwa zat masih tetap air. Berbagai macam perubahan wujud adalah contoh perubahan fisika. Beberapa contoh di bawah ini, adalah perubahan wujud yang mudah kita amati.
Proses membeku, perubahan dari zat cair menjadi zat padat karena terjadi penurunan suhu, membuat es dan membuat agar-agar atau jelly adalah proses yang sering dilakukan oleh ibu kita.
Penyubliman adalah peristiwa perubahan zat padat berubah menjadi gas. Dalam kehidupan sehari-hari  mudah kita jumpai, misalnya kapur barus yang menyublim menjadi gas berbau wangi. Menghablur merupakan peristiwa perubahan gas menjadi padatan, peristiwa ini sering disebut juga dengan pengkristalan. Proses di laboratorium dapat dilakukan untuk membuat kristal amonium sulfat yang berasal dari gas amonia dan belerang dioksida.
Perubahan wujud yang lain adalah menguap, mencair dan mengembun. Peristiwa ini dapat diamati pada peristiwa hujan. Peristiwa ini diawali dengan penguapan air ke udara,  selanjutnya mencair kembali dan kembali ke permukaan bumi  (Gambar 1.6).
gambar_1_6
Perubahan bentuk juga termasuk dalam perubahan fisika, misalnya gandum yang digiling menjadi tepung terigu. benang dipintal menjadi kain dan batang pohon dipotong-potong menjad kayu balok, papan dan triplek.
Perubahan Kimia
Perubahan kimia merupakan yang bersifat kekal dengan menghasilkan zat baru. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia. Untuk mempermudah, dapat kita lakukan percobaan sederhana.
Batang kayu kita ambil dan dibakar, Batang kayu tersebut berubah menjadi abu, asap dan disertai keluarnya panas. Abu, asap dan panas yang keluar tidak berubah kembali menjadi batang kayu. Perhatikan Gambar 1.7.
gambar_1_7
Perubahan yang terjadi kekal dan menjadi ciri perubahan kimia, dengan kata lain, zat sebelum bereaksi berbeda dengan zat sesudah bereaksi.
Beberapa contoh lain adalah :
  1. Pembakaran bahan bakar, bensin atau solar menghasilkan zat cair dan asap serta energi yang dapat menggerakkan kendaraan bermotor.
  2. Proses fotosiontesa pada tumbuhan yang memiliki zat hijau daun, mengubah air, gas karbon dioksida dan bantuan cahaya matahari dapat diubah menjadi makanan atau karbohidrat,
  3. Pemanasan batu kapur menghasil kapur tohor dan gas karbondioksida.
* Sumebr :http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/ruang-lingkup-ilmu-kimia/perubahan-fisika-dan-kimia-2/ *  

Selasa, 12 April 2011

TENAGA PENGUBAH MUKA BUMI


Bentuk muka bumi yang kita saksikan tidak rata dan akan selalu berubah meskipun secara perlahan dan dalam jangka waktu yang lama. Perubahan bentuk muka bumi disebabkan oleh adadnya tenaga alam yang disebut tenaga geologi. Ilmu pengetahuan yang memapelajaari proses perubahan bentuk muka bumi adalah geomorfologi.Berdasarkan asalnya, tenaga geologi dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga endogen dan eksogen.

1. Tenagaa Endogen

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan bersifat membangun permukaan bumi. Tenaga endogen terdiri atas tenaga tektonik, vulkanis, dan gempa bumi.

a. Tenaga Tektonis.

Tenaga tektonis merupakan tenaga dari dalambumi yang menyebabkan terjadinya perubahan letak lapsan permukaan bumi secara mendatar atau vertikal, baik yang mengakibatkan putusnya hubungan batuan maupun tidak. Gerakan tektonis dibedakan menjadi dua, yaitu tektonis epirogenesa dan tektonis orogenesa.

1) Tektonis pirogenesa

Tektonis epirogenesa adalah prosesperubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga yang lambat dari dalam dengan arah vertikal, baik ke atas maupuan ke bawah melliputi wilayah yang luas. Gerakan tektonis epirogenesa ada dua macam, yaitu epirogenesa positif dan epirogenesa negatif.

a) Epirogenesa positif adalah gerakan dengan arah ke bawah menyebabkan daratan mengalami penurnan seolah-olah permukaan laut menjadi anaik. Penyebab gerakan itu adalah adanya tambahan beban, misalnya adanya sedimen yang sangat tenbal di suatu lembah yang sangat luas di kulit bumi (geosinklinal) atau karena tertutup glasial yang sangat tebal. Contohnya adalah pada periode Pleistosen saat terjadi Zaman es yang meluas ke arah ekuator dan menyebabkan beberapa daerah mengalami penurunan. Karena ujung selatan Louisiana di muara Mississippi mengalami proses pengendapan sangat cepat, akibatnya daerah geosinklinal di Indoneisia tertutup endapan sampai ribuan meter.
b) Epirogenesa negatif adalah gerakan dengan arah ke atas menyebabkan naiknya permukaan daratan seolah-olah permukaan laut menjadi turun. Peyebab gerakan itu adalah pengurangan beban lapisan kerak bumi, misalnya lapisan es yang mecair. Contohnya Pantai Stockholm yang naik rata-rata 1 m setiap 100 tahun. Banyak pula plato yang terbentuk karena pengangkatan dataran rendah secara perlahan-lahan, misalnya Plato Colorado mengalami pengangkatan sekitar 1.000 meter sejak 50 tjuta tahun yang lalu.

2) Tektonis Orogenesa

Tektonis orogenesa adalah pergerakan lempeng tektonis yng sangat cepat meliputi wilayah yang sempit. Tektonik orogenesa merupakan proses pembentukan gunung atau pegunungan akibat adanya tabrakan lempeng benua, tabrakan sesar bawah benua dengan lempeng samudera, perekahan kontinen, atau pergeseran punggung samudera dengan benua. Tektonis orogenesa biasanya disertai proses pelengkungan (warping), lipatan (folding), pataha (foulting), dan retakan (jointing) serta adanya penerobosan batuan beku dan pembentukan batuan malihan. Salah satu contoh hasil tektonis orogenesa adalah deretan Pegunungan Mediterania yang memanjang dari pegunungan Atlas di Afrika sampai wilayah Indonesia.

a) Lipatan (Fault)

Struktur batuan akan mengalami lipatan jika tertekan suatu tekanan yang lemah, tetapi berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama. Besarnya tekanan masih di bawah titik patah batuan sehinggadapat ditahan oleh sifat plastis batuan.

Bagian puncak lipatan disebut antiklinal, sedangkan bagian lembah disebut sinklinal. Daerah pegunungan lipatan besar biasanya dihasilkan oleh tekana horozontal dari arah yang berlawanan yang puncaknya masih mengalami pelipatan kecil-kecil, demikian juga bagian lembah.

Berdasarkan sumbu lipatannya, terdapat 4 tipe pelipatanyang umum, yaitu lipatan tegak, lipatan miring, lipatan menggantung, dan lipatan rebah.

b) Patahan (Fold)

Struktur batuan mengalami patahan jika terjadi tekanan yang kuat melampaui titik patah batuan dan berlangsung sangat cepat. Batuan tidak hanya retak-retak, tetapi dapat terpisah. Daerah sepanjang patahan biasanya merupakan pusat gempa bumi karena selalu mengalami pergeseran.

Terdapat 3 jenis patahan yang khas akibat adanya gerakan lempeng.

(1) Normal Fault, yaitu patahan yang arah lempeng batuan turun mrngikuti arah gaya berat.
(2) Reserve Fault, yaitu patahan yang arah lempeng batuannya naik berlawanan arah dengan gaya berat.
(3) Strike Fault, yaitu patahan yang arah lempengmbatuannya horizontal dan berlawanan.

Berbagai tipe patahan tersebut dapat menghasilkan bentuk permukaan bumi, yaitu sebagai berikut.

(1) Graben atau Slenk (tanah turun), yaitu suatu depresi yang terbentuk antara dua patahan sehingga blok batuan yang berbedadi tengan kedua patahan mengalami penurunan.
(2) Hors (tanah naik), yaitu jika baigan di antara dua patahan mengalami pengangkatan lebih tinggi dari daerah sekitarnya.


(3) Faul Scrap, yaitu dinding terjal (cliff) yang dihasilkan oleh patahan dengan salah satu blok bergeser ke atas menjadi lebih tinggi. Seringkali fault scrap tidak tampak lagi karena sudah mengalami erosi.

c) Retakan (Joint)

Struktur retakan terjadi karena pengaruh gaya renggangan sehingga batuan retak-retak, tetapi masih bersambung. Retakan biasanya ditemukan pada baatuan yagn rapuh di daerah di daerah puncak antiklinal dan dikenal dengan nama tectonic joint.

d) Pelengkungan (Warping)

Gerak vertikal yang tidak merata pada suatu daerah, khususnya yang berbatuan sedimen akan menghasilkan perubahan struktur lapisan yang semula horizontal menjadi melengkung. Jika melengkung ke atas akan membentuk kubah (dome), sedangkan melengkung ke bawah akan membentuk cekungan (basin)

b. Tenaga Vulkanis

Vulkanis atau bersifat gunung api dapat diartikan sebagai suatu gejala atau akibat adanya aktivitas magma di dalam litosfer hingga keluar sampai ke permukaan bumi. Magma adalah bahan batuan pijar yang dapat berupa benda padat, cair, dan gas yang berada di dalam kerak bumi. Ilmu yang mempelajari gunung berapi adlah vulkanologi.

Terdapat 2 gerakan magma, yaitu intrusi dan ekstrusi

1) Intrusi Magma

Intruksi magma adaalah proses penerobosan magma melalui rekahan-rekahan (retakan) dan celah pada lapisan batuan pembentuk litosfer, tetapi tidak sampai ke luar permukaan bumi. Proses intrusi terjadi akibat tekanan gas-gas yang terkandung di dalam magma itu sendiri. Karena adanya proses pendinginan akibat penurunan suhu, magma dapat membeku dan membentuk bongkah-bongkah batuan yang sangat keras.

2) Ekstrusi Magma

Ekstrusi magma adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi. Ada 2 cara proses keluarnya magma tersebut, yaitu meleleh dan meledak.

a) Meleleh (erupsi efusif) melalui retakan-retakan pada badan gunung api.
b) Mendesak tubuh gunung api (erupsi eksplosif) sehingga menghacurkan sebagian badan gunung api gtersebut.

Berdasarkan bentuknya, gunung api dibedakan menjadi tiga, yaitu strato, maar, dan perisai

1) Gunung Berapi Strsto

Gunung berapi strato berbentuk kerucut, kerucut itu terbentuk karena materi letusan gunung api merupakan campuran antara erupsi efusif dan erupsi eksplosif. Letusan itu terjadi berulang-ulang hingga membentuk lapisan-lapisan badan gunung. Hampir seluruh gunung api di Indonsia merupakan gunugn api strato. Contohnya Gunung Merapi fi Jawa Tengah, Gunung Kerakatau di Selat Sunda, Lampung.

2) Gunung Api Maar

Gunugn api maar berbentuk seperti danau kecil. Bentuk seperti danau itu disebabkan oleh letusan gunung yang bersifat eksplosif, namun tidak terlalu kuat dan hanya terjadi sekali. Contohnya Gunung Lamongan di Jawa Timur.

3) Gunung Api Perisai

Gunung api perisai berbentuk seperti perisai. Bentuk seperti perisai disebabkan oleh letusan gunung yang bersifat efusif karena bahan yang dikeluarkan berupa lava yang sangat cair. Contohnya, gunung api di Kepulauan Hawaii.


* Sumber : http://geospasial.blogspot.com/2010/11/tenaga-pengubah-muka-bumi_07.html * 

Senin, 11 April 2011

Tata Surya


2.1 The Solar System - hukum Kepler

Hukum Kepler .- Sifat orbit planet adalah salah satu masalah astronomi yang paling sulit. Apakah diselesaikan pada abad ketujuh belas oleh astronom Jerman Johannes Kepler. Penemuan tiga undang-undang (tentang gerakan planet mengelilingi matahari) adalah karena perhitungan presisi besar yang membuat tuannya Tycho Brahe di planet Mars. Hukum pertama diucapkan tahun 1609 dan ketiga pada tahun 1618.
Hukum pertama menyatakan bahwa "semua planet bergerak ditemukan orbit elips menggambarkan matahari pada satu fokus."

Hukum kedua mengatakan bahwa "wilayah menyapu oleh-vektor jari-jari, garis yang menghubungkan planet dengan Matahari, yang sebanding dengan waktu yang dibutuhkan untuk melintasi, yaitu pada saat yang sama adalah sama."

Hukum yang ketiga dan terakhir mengatakan "kuadrat periode (T) dari planet (periode adalah waktu yang diperlukan planet untuk menyelesaikan revolusi) adalah sebanding dengan batu dari sumbu semimajor (D) dari soket tersebut."
T2 = K. D3
Dari ketiga hukum dikurangkan tiga konsekuensi penting yang akan kita bahas dalam bab berikutnya.

2.2 Konsekuensi hukum Kepler

Menurut hukum, st 1 ketika orbit planet-planet, elips dan Matahari menempati salah satu fokus jarak planet dari Matahari bervariasi menjadi jarak minimum saat planet berada pada perihelion dan jarak maksimal bila planet ini di aphelion. Garis dari perihelion ke aphelion disebut garis apsidal.
The elips planet-planet memiliki eksentrisitas rendah (maksimum 0,247 untuk Pluto), yaitu, orbit mereka hampir lingkaran. Orbit planet perjalanan ke arah depan (berlawanan arah jarum jam untuk pengamat di Kutub Utara).

Menurut hukum 2 nd, kecepatan planet ini tidak seragam, yang lebih besar pada perihelion daripada di aphelion, sebagai jarak dari Matahari dalam minor pertama di kedua.
Artinya, "dalam waktu yang sama busur elips yang dilalui oleh planet, semakin besar planet dekat adalah matahari." Perbedaan kecepatan, sebagai Newton kemudian menunjukkan, adalah karena daya tarik massa dapat memberikan Matahari pada massa planet tersebut, sehingga menjadi planet sebelah matahari meningkatkan daya tarik dan kecepatan lebih tinggi.
Menurut hukum rd 3, berarti kecepatan rata-rata dengan mana perjalanan orbit planet adalah kurang lebih jauh adalah planet dari Matahari
tiga hukum Kepler juga ditemui di gerakan satelit sekitar planet mereka.

2.3 Retrogradation
 
Berkat hukum Kepler telah memecahkan masalah gerakan jelas penasaran dari planet, yang disebut retrograde. Ketika mengamati gerak sebuah planet di langit, malam demi malam, bergerak dalam Barat-Timur. Namun, gerakan ini sering berhenti (titik 3) dan membalikkan planet di barat-timur (3 sampai 5), sehingga retraces bagian dari path (dikatakan bahwa planet bergerak surut atau di retrograde), kemudian untuk menghentikan gerakan ini (titik 5) dan melanjutkannya di Barat-Timur (5 sampai 7).
Ini adalah efek perspektif sederhana karena posisi relatif bumi dan planet-planet terhadap latar belakang berbintang.


Mekanisme gerhana matahari - adalah salah satu pertandingan terbesar Alam: Matahari dan Bulan muncul di langit dengan ukuran jelas sama seperti yang terlihat dari Bumi. Bulan memiliki diameter 3.475 km. adalah 400 kali lebih kecil dari Matahari (1.392.000 km.), menunjukkan bahwa itu adalah 400 kali jauhnya. Kondisi ini memungkinkan Bulan untuk menutupi disk surya memproduksi gerhana matahari total berlangsung selama gerhana matahari harus alignment, agar, Sun-Moon-Earth, yang terjadi setiap bulan pada bulan baru jika rencana lunar dan orbit bertepatan terestrial, tetapi sebagai orbit bulan adalah miring 5 derajat dari ekliptika dan kadang-kadang ditempatkan di atas dan bawah pesawat. Kedua pesawat, elips dan bulan, berpotongan di dua titik, yang disebut node, yang tidak tetap, dan bulan melewati dua kali sebulan. Titik-titik tersebut satu-satunya yang dapat menghasilkan gerhana (dari Sun atau Moon).
Representasi grafik gerak mundur dalam kasus ini, antara planet asing dan Bumi.
Selama gerhana matahari, bulan melemparkan bayangan di permukaan bumi. Nuansa ini terdiri dari dua bidang yang berbeda: penumbra atau bayangan luar dan bayangan dalam atau umbra.
fotografi Spektakuler dari gerhana matahari total 11 Jul 1990


2.4 Sebuah Gerhana Matahari
 
Jika Bulan adalah pada jarak sudut kurang dari 15 º 21 'dari node akan menjadi gerhana matahari sebagian jenis gerhana bulan tidak mencapai manapun di permukaan bumi dan terjadi di lintang tinggi (utara atau selatan) dan sesuai dengan acara pertama atau terakhir dari siklus Saros. Semua gerhana sebagian terjadi dalam dua kontak. Kontak pertama adalah saat kontak antara cakram matahari dan bulan, menandai awal dari fenomena tersebut. Setelah kemajuan bertahap bulan, Anda mendapatkan ke tengah gerhana, sebuah gerakan yang mencakup sebagian besar dari disk surya.  Dari titik ini Bulan mulai pergi sampai kontak terakhir, akhir gerhana parsial. 

Jika New Moon adalah antara 11 º 50 'dan 9 º 55' dari node, umbra akan mencapai Bumi, mengakibatkan annular gerhana matahari, bulan di sini adalah pada apogee dan Bumi di perihelion, maka umbra adalah tetap di 39.400 km dari pusat Bumi dan menciptakan umbra anti-umbra negatif atau. Gambar bulan muncul lebih kecil daripada Matahari menunjukkan siluet terhadap fotosfer matahari cerah. Jenis gerhana memiliki empat kontak. Ada fase parsial yang akan menghasilkan kontak pertama, atau saat itu Anda sentuh pertama kedua disk. Secara bertahap, selama satu jam setengah, disk matahari akan menyembunyikan sampai kontak yang kedua terjadi: ketika disk lunar sepenuhnya memasuki permukaan matahari. Mulai fase pusat atau annulus, memuncak di tengah acara. Selanjutnya terbalik dengan proses kontak pihak atau akhir kontak annulus keempat atau pengakhiran gerhana. Luar area melingkar pengamat terletak di bayangan, melihat fenomena secara parsial.
 
Ketika New Moon kurang dari 9 º 55 'dari node dan perigee, sedangkan Bumi di aphelion, umbra berpotongan dengan Bumi menyebabkan gerhana matahari total kerucut bayangan menghasilkan menyapu di permukaan Bumi yang disebut jalur totalitas, dari mana fenomena ini dipandang sebagai total, keluar dari umbra acara ini dilihat sebagai parsial. Jumlah gerhana juga memiliki empat kontak. Dalam kontak pertama kedua disk diputar tapi sebelum mencapai kontak yang kedua, perubahan cahaya sekitar dramatis dan atmosfer perubahan parameter. Pada saat yang kedua terjadi kontak cincin berlian, cahaya bahwa efek radiasi terjadi pada titik di mana fotosfer menghilang.


Tiba-tiba muncul korona matahari, yaitu, muncul di langit planet-planet dan bintang-bintang terang. Total pendek dan kontak ketiga terjadi dalam cara yang sama tetapi dalam urutan terbalik.
Tipe lain dari total gerhana adalah hibrida, hibrida atau annular-total. Terjadi ketika ujung umbra jatuh pendek di permukaan bumi dan peristiwa tersebut adalah tidak sah, tetapi mengubah proyek total untuk menyelesaikan membatalkan.

2.5 Jelas Posisi Planet-planet Dalam
 
Merkurius dan Venus adalah planet yang terletak dekat dengan Matahari daripada Bumi, disebut planet batin.
Planet terdekat dengan Matahari adalah Merkurius, dan bergerak di langit lebih cepat daripada planet lain dan periode rotasi yang 58'65 hari, yaitu 2 / 3 masa yang gerakan mengelilingi matahari


Venus adalah bintang, berikut matahari dan bulan, terang langit, mencapai kondisi yang menguntungkan (39 hari sebelum atau setelah bersama lebih rendah) besar -4,4. Karena yang muncul sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam, dikenal sebagai "bintang pagi" atau "bintang malam itu."
Pemisahan sudut maksimum (pemanjangan maksimum) dari Merkurius adalah 28 ° dan Venus adalah 47 derajat, karena itu tidak pernah dilihat di puncak langit pada tengah malam.
Mercury selalu muncul dekat dengan matahari, Anda dapat menonton 2 jam dan 15 menit, paling, sebelum matahari terbit dan sesudah matahari terbenam matahari. Sehingga pengamatan teleskopik sulit planet ini, karena sinar matahari mencegah atau menghalangi kita.
 
Venus juga diamati sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam. Menjadi terjauh dari Matahari, yang diamati sampai 4 jam sebelum matahari terbit dan sesudah matahari terbenam matahari.

Kedua planet menunjukkan fase seperti Bulan. Planet-planet dalam memiliki geometri yang berbeda posisi planet ke planet luar. Untuk menjelaskan gerakan-gerakan ini relatif menganggap matahari di tengah dua lingkaran konsentris, mewakili radio yang lebih rendah di dalam orbit planet dan radio terbesar untuk orbit Bumi.
 
Dikatakan bahwa planet adalah pada hubungannya unggul saat planet berada pada posisi terjauh dari Bumi. Di sekitar konjungsi superior, suatu planet dalam menunjukkan wajahnya sepenuhnya menyala, tetapi sulit untuk melihat mempertimbangkan kedekatan jelas nya ke Matahari
 
Ketika kita mendekati perpanjangan terbesar timur (East), yang dapat dilihat pada waktu senja, planet ini mengungkapkan efek fase pertumbuhan sebagai bulan. Setelah beberapa saat, planet ini pada konjungsi inferior, dikatakan bahwa planet berada pada konjungsi inferior saat planet berada pada yang terdekat ke Bumi. Pada konjungsi inferior planet ini tidak bisa dilihat, karena kedekatannya dengan Matahari sebagai bagian terang kecil, seperti yang diarahkan ke arah Bumi, sisi gelap. Selanjutnya, planet terbesar yang mencapai elongasi barat (Barat) sebagai planet yang terlihat di sekitar fajar, sampai akhirnya menemukan bersama unggul baru.

2,6 Bulan - Orbit Lunar
 
Bagi pengamat, sebelum memulai pengamatan Bulan, harus tahu orbitnya mengelilingi bumi, untuk memahami gerakan jelas dan berbagai isu yang mungkin terjadi di langit ke pengamat di Bumi.
Bulan adalah obyek astronomi yang paling dekat dengan Bumi.
Bulan berputar mengelilingi bumi elips menggambarkan di salah satu yang fokus adalah Bumi dengan kemiringan yang besar setara dengan 0,05490. Setelah nilai ini, perigee (jarak minimal Bulan ke Bumi) adalah 363.296 km dan apogee (jarak terdekat ke Bulan ke Bumi) adalah 405.504 km, jarak rata-rata menjadi 384.400 km.


Juga mewakili beberapa unsur orbital satelit alami kita.
Sumbu semi-major mereka adalah 384,399.1 km, kecenderungan untuk ecliptic adalah 5,14540 (fraksi derajat) atau 5 ° 08 '43 0,33017''(deg). Panjang simpul dan lintang perigee ascending siklus bervariasi dari waktu ke waktu antara 0 º dan 360 º, dan mereka tidak dapat didefinisikan dengan nilai rata-rata.

Perpotongan dari orbit bulan dan ekliptika menentukan garis lurus jatuh di dua titik, yang disebut node node naik dan turun. Hanya pada node poin hulu dan hilir menimbulkan fenomena gerhana, baik bulan dan matahari. Garis yang menghubungkan dua node tersebut disebut garis dari node. garis ini tidak mempertahankan arah tetap terhadap bintang-bintang jauh, tetapi surut dalam arah yang berlawanan di pesawat gerak ekliptika Bulan orbital dengan jangka waktu 18,6 tahun (6793'5 hari). Akibatnya, untuk kembali ke node yang sama, Anda harus melakukan setidaknya satu revolusi lengkap (draconícito bulan).
Garis bergabung dengan perigee dan apogee disebut garis apsidal. Baris ini memiliki gerakan langsung dan berlangsung pada bidang orbit lunar. periode adalah 8'85 tahun (3232'6 hari).

2,7 Revolusi Bulan
 
Masa pergerakan Bulan mengelilingi bumi (bulan lunar atau revolusi) dapat dilihat dengan cara yang berbeda:
1) bulan sidereal: itu adalah waktu antara dua langkah berturut-turut Bulan dengan lingkaran jam bintang dilihat dari Bumi. durasi adalah 27 hari, 7 jam, 43 menit dan 11,6 detik. Itu penting astronomi sedikit dan nilainya dihitung sebagai sumbu semi-major dari orbit.
2) synodic Bulan: Waktu berlalu antara dua posisi yang sama dengan Bulan dan Matahari, atau antara dua fase bulan. durasi adalah 29 hari, 12 jam, 44 menit dan 2,9 detik dan disebut bulan kamariah.
3) Bulan tropis adalah waktu antara dua langkah berturut-turut Bulan dengan lingkaran jam dari titik Aries (g). durasi adalah 27 hari, 7 jam, 43 menit, 4,7 detik.
4) Bulan tdk normal: adalah waktu antara dua langkah berturut-turut dari perigee Moon. durasi adalah 27 hari, 13 jam, 18 menit, 33,2 detik.
5) draconítico Bulan: adalah waktu antara dua langkah berturut-turut Bulan oleh ascending node dari orbitnya. durasi adalah 27 hari, 5 jam, 5 menit, 35,8 detik.
Bulan memiliki rotasi pada arah depan sekitar sumbu, dan waktu yang dihabiskan di rotasi adalah sama dengan revolusi sidereal nya. Panjang rotasi sama dengan apa yang diperlukan untuk melintasi orbitnya mengelilingi bumi, sehingga Bulan yang selalu menyajikan wajah yang sama ke bumi kecuali sedikit variasi karena librations.
Rotasi dan translasi mengambil waktu yang sama, oleh karena itu, Bulan selalu menyajikan wajah yang sama.

Libration Bulan 2,8
 
Sebagai orbit berbentuk lonjong dan sumbu rotasi cenderung tegak lurus bidang orbit, efek yang dikenal sebagai libration (dalam bujur dan lintang) yang bisa kita lihat dari planet kita sedikit lebih dari setengah dari permukaan bulan ( 59%).
 
Libration di bujur karena seragam Bulan berputar pada porosnya, sedangkan gerakan orbital lebih cepat dekat perigee dan lambat dekat puncak (oleh hukum kedua Kepler). Oleh karena itu, detail permukaan bulan, yang pada perigee dan apogee terletak tepat di meridian tempat itu, menemukan sesuatu di sebelah timur meridian saat Bulan berada di antara perigee dan apogee, dan sedikit ke barat ketika itu adalah antara apogee dan perigee.

Hal ini menunjukkan bahwa kita melihat lebih dari 50% dari permukaan bulan. Periode libration dalam bujur adalah sama dengan bulan tdk normal.
 
Libration dalam lintang ini disebabkan oleh kemiringan sumbu rotasi lunar tegak lurus terhadap bidang orbit. Titik-titik menunjukkan rincian permukaan yang bergantian sesuatu sesuatu selatan atau utara dari pusat permukaan bulan yang terlihat dari Bumi. Periode libration dalam lintang adalah bulan draconítico sama. 


Diurnal atau libration paralaks tergantung pada tempat pengamatan di permukaan bumi: dua pengamat di dua titik yang berbeda di permukaan bumi pada satu waktu melihat daerah sesuatu yang berbeda dari permukaan bulan.

 
Ini adalah contoh hari atau libration paralaks.

2.9 Fase Lunar
 
Fase Bulan disebut aspek yang berbeda di mana Bulan tampaknya tergantung pada posisi relatif Matahari, Bumi dan Bulan, dalam proses siklus ditentukan oleh berbagai negara pencerahan di mana kita menunjukkan lunar disk. Jika anda melihat bulan pada hari berturut-turut kita melihat bentuk nyata mereka bervariasi dari hari ke hari.
 
Periode siklus ini atau bulan kamariah adalah bulan synodic. Untuk menjelaskan fenomena ini menganggap fase ke bumi di tengah lingkaran yang mewakili orbit lunar. Dengan asumsi Matahari di sebelah kanan, belahan Bulan yang tampak diterangi matahari dan gelap terbalik.
 
Asal dari siklus lunar di bulan baru yang disebut atau bulan baru, saat Bulan ini sejalan dengan Matahari
Pada titik ini Anda memulai sebuah revolusi synodic. Bulan Bumi menyajikan belahan bumi tidak diterangi oleh Matahari dan gelap, karena itu, kita melihat bulan. Usia disebut Bulan untuk waktu tertentu pada bulan kamariah waktu antara Bulan Baru (umur = 0) dan saat itu. Terbit dan terbenam bulan dan matahari hampir bersamaan, serta perjalanan bintang-bintang di atas meridian. Setelah bulan jurnal dekat gerak yang tepat untuk 13 º ke arah depan, sedangkan Matahari bergerak 1 ke hari, Bulan bergerak relatif terhadap matahari sekitar 13 ° per hari dan, oleh karena itu, 2 atau 3 hari setelah New Moon terjadi setelah terbenamnya matahari dalam bentuk spindel tipis, dan sepotong dengan tanduk ke kiri. Berikut adalah grafik yang menggambarkan berbagai fase bulan.


Di unit pembelajaran berikutnya akan menjelaskan seluruh proses.

2.10 Penjelasan dari Fase Bulan

Seiring waktu zona cahaya melebar dan menghabiskan seminggu sejak New Moon, Bulan adalah 90 derajat dari Matahari (Bulan adalah persegi) dan pada Tahap Waxing Crescent melihat terang berbentuk bulan sabit. usia-Nya adalah 7 hari, 9 jam, 11 menit dan 0,72 detik dalam posisi bulan melewati meridian tempat itu sekitar 6 jam matahari
 
Pada hari-hari berikutnya, tepi lurus melengkung untuk meningkatkan menyala sampai dua minggu setelah New Moon atau Full Moon Full Moon melihat seluruh disk diterangi. usia-Nya adalah 14 hari, 18 jam, 22 menit dan 1,45 detik. Bulan melewati meridian pada tengah malam dan dalam oposisi (Bumi terletak antara Matahari dan Bulan). Panjang dari matahari dan bulan berbeda 180 derajat. Pengamat, yang terletak di sisi gelap Bumi adalah malam untuk dia, kamu melihat wajah seluruh bulan diterangi. Pada bulan purnama, ketika matahari terbit terbenam bulan. Setelah bulan purnama, bercahaya kemiringan secara bertahap dan melewati daerah simetris tetapi berlawanan dengan yang ada sebelum bulan purnama, bulan dikatakan menurun.
Untuk menghabiskan seminggu bulan purnama, Bulan Triwulan Terakhir, dan tampak seperti setengah lingkaran tetapi diameter ke timur (kanan). Umur Bulan adalah 22 hari, 3 jam, 33 menit dan 2,2 detik. Apakah saat bulan 270 º dari Matahari (Bulan adalah persegi lagi.) Seiring waktu, Bulan akan berada dalam bentuk sepotong tetapi dengan tanduk ke kanan, sampai akhirnya pada umur 29 hari, 12 jam, 44 menit dan 2,9 detik setelah sebulan synodic , kita sampai di New Moon yang merupakan awal dari sebuah bulan kamariah.

2.11 Mekanisme Gerhana Bulan
 
Lunar gerhana disebabkan oleh inter Bumi antara Matahari dan Bulan yaitu,, ketika bayangan bumi jatuh di Bulan, dan selalu terjadi pada saat (Full Moon Matahari dan Bulan di oposisi yaitu, diametris berlawanan di langit relatif terhadap bumi), yaitu gerhana bulan memerlukan penyelarasan Sun, Bumi dan Bulan.
Jika tubuh buram bola ditempatkan sebelum sumber cahaya juga bulat, batas bayangan akan permukaan kerucut menyinggung dua tubuh dan muncul area teduh dan daerah bayangan. Bumi menyebabkan sinar matahari tidak lulus dengan menelepon kerucut umbra atau bayangan dan di wilayah lain ruang berpindah dari matahari, yang disebut penumbra tersebut. Cincin bayangan secara substansial lebar yang sama seperti Bulan dan diameter bayangan hampir tiga kali lipat.

Dalam kasus gerhana bulan, Matahari adalah sumber cahaya dan Bumi adalah tubuh buram. Untuk Bulan memasuki bayangan kerucut perlu bahwa Bulan dalam oposisi dan bulan penuh atau bulan purnama. Jika seluruh bulan memasuki umbra akan menjadi gerhana bulan total, jika tidak masuk bagian, akan menjadi gerhana bulan sebagian.
 
Jika pesawat orbit lunar bertepatan dengan ekliptika, di setiap bulan kompetisi atau penuh, akan ada gerhana bulan. Tapi ingat bahwa bidang orbit bulan cenderung 5 ° 8 'sehubungan dengan ekliptika dan dengan demikian umbra kadang-kadang akan di bawah ini dan lainnya di atas bulan, maka tidak akan ada gerhana bulan. Ketika ada oposisi dan Bulan berada di node (ketika lintang Bulan adalah nol) atau dekat dengan itu, maka akan ada gerhana bulan.
parameter geometri dari gerhana bulan

 
lunar Gerhana Anda dapat melihat semua pengamat yang melihat item ini di cakrawala Anda. Tembaga pewarna diamati dalam gerhana bulan total adalah karena pembiasan sinar matahari di atmosfer bumi, casting nuansa di Bulan sebanding dengan pengaturan pencahayaan matahari bulan selama gerhana tergantung pada kami suasana: debu, abu vulkanik melayang di udara menutupi gerhana.
Tepi Bulan gelap, tanpa terlebih dahulu signifikan sehingga maka itu adalah lebih terlihat. Setelah satu jam Moon telah masuk sepenuhnya ke dalam penumbra bumi dan telah kehilangan luster. Lihat takik hitam menggigit ujung timur adalah masuk ke bayangan Bumi. Takik meningkat secara progresif dan dalam satu jam dan telah menelan seluruh disk lunar.
 
Pada awalnya, bayangan berwarna biru-abu-abu dan sekitarnya disk bulan menjadi merah. Sebuah gerhana dari total mendominasi merah, tapi nada bervariasi dalam perjalanan fenomena tersebut.

2.12 Skala Danjon
 
Selama gerhana bulan memiliki tingkat visibilitas yang dikenal sebagai Skala Danjon:

Bulan hilang cahayanya dapat tetap selama 1 jam dan maksimum 45 menit, maka Bulan keluar dari naungan dengan cahaya semakin kecil, akan melebar ke kiri dari limbo, sampai bayangan daun disk dan suram dengan cepat kewalahan. Gerhana sudah selesai dan bisa bertahan sekitar 6 jam (dari A ke F).
Dalam gambar di bawah orbit saya menunjukkan kasus ekstrim di mana ada gerhana, Bulan bersinggungan dengan kegelapan.

Kami memiliki garis yang menunjukkan tengah gerhana, Bulan Purnama terjadi ketika bulan ini sejalan dengan "saat Full Moon." orbit III menyediakan sebagian gerhana bulan (bayangan). Pada awal gerhana dan D adalah akhir dari gerhana. B adalah awal dari gerhana oleh bayangan (kontak pertama dengan tempat teduh) dan C adalah akhir dari gerhana oleh bayangan (kontak terakhir di tempat teduh). Di sini saat bulan purnama di atas tengah gerhana. IV orbit memainkan gerhana bulan total (total di tempat teduh, tetapi didahului dan diikuti oleh gerhana, juga total, penumbra tersebut). posisi ABCDEF ciri fase gerhana. total adalah antara posisi C dan D. Tengah gerhana dan waktu bulan purnama sangat dekat. Orbit II adalah sebagian gerhana penumbra, sebuah fenomena yang menarik perhatian dan bahkan mungkin tidak diketahui jika besarnya adalah lemah.

2.13 Jelas Posisi Planet-planet Luar
 
planet luar adalah mereka yang terletak jauh dari Matahari daripada Bumi. Mereka adalah: Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto.
Ketika Bumi dan planet luar berada di sisi berlawanan dari Matahari, mengatakan bahwa planet ini bersama. Ini adalah waktu saat planet berada di belakang matahari, sehingga mustahil untuk mengamati. Dikatakan bahwa sebuah planet luar dalam oposisi saat planet berada pada terdekat ke Bumi, ini dapat dilihat sepanjang malam: matahari terbenam di barat dan planet terbit di timur.


Seiring waktu, planet naik sampai terbenam di barat, lebih atau kurang pada saat matahari akan terbit di timur.



Representasi posisi nyata dari planet luar seperti terlihat dari cakrawala tempat pengamat.
Anda dapat melihat sebuah planet selama waktu yang tidak bertentangan. Semakin dekat Anda mendapatkan lebih sedikit waktu untuk bersama mereka bisa dilihat di langit. Dikatakan bahwa sebuah planet luar di kuadratur dengan Matahari jika sudut yang dibentuk oleh planet-Bumi-Matahari adalah sudut kanan, 90 derajat. Anda dapat mengamati efek fase pada beberapa planet luar.

2.14 Reksa Fenomena Satelit Galilea
 
Jupiter, planet terbesar di Tata Surya, saat ini memiliki 17 satelit. Empat pertama: Io (satelit dengan aktivitas gunung berapi), Europa, Ganymede dan Callisto ditemukan oleh Galileo Galilei. Dalam menghormatinya empat bulan yang dikenal sebagai satelit Galilea.
Keempat satelit Galilea dapat diamati dengan media optik, dan dinilai peristiwa berikut atau rincian:
1) Gerhana: dihasilkan ketika satelit memasuki bayangan Jupiter.
2) okultasi: mereka yang dihasilkan oleh satelit lewat di belakang planet Jupiter.
3) Langkah-langkah: terjadi ketika satelit adalah sela antara Jupiter dan Bumi.
4) Langkah bayangan yang disebabkan oleh proyeksi bayangan satelit di planet ini.


2.15 Komet
 
Dahulu komet telah dikaitkan dengan dampak buruk, perang, epidemi, dll ... Komet berasal dari kata bahasa Yunani untuk "rambut", merujuk pada morfologi bintang-bintang. Grafik representasi dari fenomena saling Galilea: seperti terlihat dari Bumi saksi dapat dengan bantuan alat optik, seperti teleskop transit,, okultasi dan gerhana dari satelit dan Jupiter.
 
Saat ini, hipotesis yang paling diterima adalah yang dibuat oleh Oort astronom, bahwa ada wilayah yang luas ruang terletak antara 40.000 dan 150.000 AU Di yang terdapat 100.000.000.000 inti cometary, disebut Awan Oort. Karena gangguan sporadis disebabkan oleh langkah berikutnya bintang, beberapa inti ini dapat digerakkan ke Tata Surya. Salah satu dari mereka akan mendekati Matahari sebagai orbit hiperbolik atau parabolik dan menjauh kemudian menghilang. Kernel-kernel lainnya, karena pengaruh gravitasi dari Matahari dan planet-planet seperti Jupiter dan Saturnus, akan ditangkap dan menjadi orbit elips berkala. Setelah menyelesaikan sejumlah besar orbit dan revolusi mengelilingi matahari dan telah menghabiskan barang-barang mereka dan akhirnya akan menghilang dengan pakaian terus menerus.
 
Komet dapat menggambarkan tiga jenis orbit:
1) Elliptic: komet yang orbit yang elips dengan karakter bergerak di surat kabar The Sun, yang menempati salah satu fokus. Sebagai aturan, mereka eksentrisitas besar. Beberapa komet memiliki periode orbit yang relatif singkat seperti dalam kasus P komet Encke /, 3'3 dengan periode tahun sementara yang lain telah ratusan tahun.
Karena komet mempunyai massa yang sangat kecil, pengaruh gravitasi dari planet hampir nihil. Sebaliknya, karena gangguan gravitasi Matahari dan beberapa planet raksasa, Jupiter dan Saturnus pada khususnya, adalah sangat umum yang mengubah periode orbit komet, melalui perubahan, kadang-kadang dramatis.
Salah satu perubahan adalah menangkap komet dengan planet, yang dapat ditempatkan aphelion jauh melampaui Pluto (komet periodik) dengan mentransformasikannya menjadi komet periode pendek daripada yang mereka lakukan, yang aphelion berada dalam Tata Surya. Menangkap keluarga-keluarga ini berasal dari komet seperti Jupiter, terdiri dari lebih dari 60 anggota yang terletak di dekat aphelion orbit Jupiter. Ada juga keluarga Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto.
2) hiperbolik.


3) Parabolic.
Komet yang orbit yang hiperbolik atau parabolik tidak periodik karena kurva mereka tidak tertutup. Kemudian muncul sekali muncul dari kedalaman ruang, mereka mendekati matahari dan jauh dari itu dan menghilang selamanya.
Orbit komet memiliki sudut yang sangat berbeda pada bidang ekliptika. Beberapa dari mereka memiliki kecenderungan yang lebih besar dari 90 ° sehingga komet yang telah bergerak retrograde, seperti komet Halley.

2.16 Klasifikasi Komet 

Penamaan komet
Komet yang ditunjuk oleh suatu nomenklatur, yaitu nama penemunya / s (maksimum tiga penemu), diikuti dengan tahun penemuan dan huruf kecil menunjukkan nomor seri munculnya komet pada tahun tersebut. Ketika seseorang mempertimbangkan data orbit yang sama, tahun diganti dengan tahun bagian perihelion, diikuti oleh angka romawi menunjukkan nomor urut langkah. Untuk komet harus mendekati matahari terlihat, ini menyebabkan perubahan membuat komet terlihat dengan teleskop, jika sudah lemah, atau jika mata terang. 
Morfologi khas komet terdiri dari:
1) Core.
2) Makan atau rambut.
3) ekor atau ekor.
Komet sering muncul tanpa lem, terutama mereka yang telah mengambil banyak berubah matahari secara bertahap kehilangan beberapa massanya. Dalam kasus lain menunjukkan atau spike spike di sisi berlawanan dengan ekor. Yang paling banyak diterima di kalangan astronom adalah bahwa inti adalah bola salju kotor, dengan asumsi bahwa inti komet adalah bola es dicampur dengan partikel debu. Dimensi inti dapat berkisar dari 1 hingga 100 kilometer.
 
Ketika komet mendekati Matahari, radiasi matahari menguap bagian dari bahan es dalam nukleus. Dalam proses penguapan partikel debu sehingga membentuk suatu awan gas dan debu di sekitar inti. awan Ini adalah koma koma komet diameter bisa mencapai 100.000 mil.
Model struktur komet.


koma yang terlihat melalui dua proses: pertama, debu komet mencerminkan sinar matahari, di sisi lain dari molekul gas memisahkan akibat radiasi matahari dan menjadi emisi cahaya fluorescent.

2.17 Ekor Komet dan Asteroid
 
Ekor komet juga menyebabkan astronom pertama Matahari yang menyadari pentingnya Matahari dalam pengembangan fenomena ini adalah Peter Appian, yang menemukan bahwa ekor komet selalu dikerahkan jauh dari Matahari.

 
Orientasi ekor komet .- Sering terlihat pada komet yang sama dua antrian yang berbeda: ekor debu dan ekor ion yang lain yang disebut. ekor Debu adalah garis melengkung, dibentuk oleh partikel debu robek dari koma oleh tekanan radiasi matahari dan jauh dari kondisi koma. Garis ionik adalah garis lurus (atau sangat kurvatur lemah) yang disebabkan oleh radiasi matahari yang mengionisasi molekul-molekul dari koma memperoleh muatan listrik, medan magnet dan angin surya menyeret jauh dari koma molekul-molekul membentuk ekor ion.

2.18 Asteroid
 
Asteroid adalah kelompok besar dan heterogen bintang kecil, juga disebut planet minor, berbentuk tidak teratur, yang mengorbit di sekitar Matahari, yang kebanyakan adalah antara orbit Mars dan Jupiter disebut sabuk utama. Sebuah asteroid merupakan batu tubuh kecil yang mengorbit Matahari dengan diameter kurang dari 1000 km.
 
Asteroid pertama ditemukan secara kebetulan, ketika terlibat dalam menemukan planet yang hilang dengan melihat antara orbit Mars dan Jupiter. Hanya 10% dari mereka memiliki ukuran yang cukup besar, seperti yang terbesar dari semua dan yang pertama untuk ditemukan pada 1 Januari 1801 di Palermo (Italia) adalah 1 Ceres, telah 1020 km. diameter, 2 Pallas dan 4 Vesta Ceres mengikuti ukuran dengan diameter sekitar 540 km. Pada tahun 1845 ia menemukan lima asteroid. Sepuluh tahun kemudian, dan empat puluh asteroid ditemukan. Dengan penerapan teknik fotografi, sekitar tahun 1895, menemukan 15 asteroid per tahun, dua puluh asteroid per tahun pada tahun 1910, empat puluh per tahun pada tahun 1930.

Ini adalah foto yang diambil oleh asteroid probe ke asteroid Mathilde kiri dan kanan Ilda dengan bulan-nya.
Kecepatan relatif mencapai asteroid ini di sabuk utama adalah 5 km / detik. Tabrakan, ketika mereka terjadi, kekerasan dan merusak. Asteroid diperkirakan telah mengalami lebih kuat dari siklus berurutan beberapa kehancuran-rekonstruksi.
 
Pada tahun 1920 K. Hirayama mencatat bahwa beberapa asteroid memiliki beberapa elemen orbit mereka dikelompokkan dalam keluarga. Sebuah keluarga yang terdiri dari asteroid utama yang memberikan nama dan tag yang berhubungan dengan asteroid jauh lebih kecil. Misalnya, keluarga yang terkait untuk 8 Flora (160 km) adalah yang paling populer dan penduduknya seperti yang dikenal lebih dari 400 anggota, keluarga 24 Themis (200 km) memiliki 150 anggota, yang tiga lebih dari 100 km. sebagai 90 Antiope, 268 Adorea, 171 Ophelia.
 
Di orbit Jupiter di sekitar titik Lagrange, satu di 60 ° di depan orbit planet gas raksasa dan yang lainnya di 60 derajat di belakangnya, adalah sekelompok asteroid yang disebut orang Yunani dan Trojan satu sama lain.
Jika diagram ditunjukkan dalam kelimpahan asteroid sebagai fungsi jarak dari Matahari, adalah bahwa distribusi terputus, kesenjangan atau void asteroid, disebabkan oleh tindakan gravitasi Jupiter. Ini celah atau daerah yang jarang penduduknya disebut "Kirtwood Lagoons." Penjelasan klasik adalah bahwa daya tarik Jupiter menghilangkan pengaruh resonansi orbit periode yang rasional adalah sebagian kecil dari mereka. Sebagai contoh, objek yang memiliki sumbu semi-major dari 2,50 AU untuk Jalankan tiga putaran mengelilingi matahari pada saat yang sama bahwa Jupiter menjalankan twist: resonansi 3 / 1, resonansi lainnya adalah 2 / 1, 3 / 2. Yang lebih jauh dari sabuk utama adalah resonansi lebih stabil.  Hari ini, sedikit yang diketahui tentang asteroid yang mengorbit sangat dekat dengan orbit Bumi dengan kecepatan tinggi, disebut "Aten-Apollo-Amor" dan dibedakan menjadi beberapa kategori:
1) Tubuh yang melewati orbit dekat planet Mars dan asteroid Hungaria.
2) objek yang perihelion lebih dekat ke Matahari dibanding Mars, sering disebut "Mars-pelintas." Ini dibagi menjadi empat subset:
2.1) Mereka yang tidak datang ke kurang dari 1,30 AU del Sol
2.2) Mereka yang lulus dekat Bumi tetapi tidak dalam ke orbit Bumi, prototipe adalah Cinta 1221
2.3) Mereka yang dirawat inap di orbit Bumi dan memiliki waktu yang lebih lama tahun. prototipe adalah 1862 Apollo.
2.4) Sama seperti di 2.3) tetapi dengan periode orbit kurang dari satu tahun. Khas contoh: 2062 Aten.
Anda harus tahu bahwa 75% dari asteroid terkonsentrasi di zodiak (yang didefinisikan sebagai band yang jelas 15 ° lebar berpusat pada ekliptika). Kebanyakan dari mereka terlalu lemah untuk dideteksi oleh teleskop amatir, hanya beberapa, yang paling terang, dapat diamati. Untuk ini, konsultasikan ephemeris jurnal astronomi dan perangkat lunak astronomi.


2,19 Meteor
 
Meteoroid adalah sepotong kain, ukuran dan bentuk variabel yang terletak di ruang antarplanet dapat tertarik oleh medan gravitasi bumi dan tanah di planet kita. Gesekan dengan atmosfer terjadi kenaikan tajam dalam suhu menyebabkan fenomena bercahaya, terlihat, dikenal sebagai bintang meteor atau menembak.
Ketika meteor mencapai kecerahan tinggi (besarnya -4 atau lebih tinggi) disebut sebagai bolide. Akhirnya, ketika Meteoroid ini dikelola untuk mencapai permukaan bumi disebut meteorit. Untuk meteor terlihat dengan besarnya antara 1 dan 6 memiliki berat antara 2 mg dan 2 gram. Tapi ada fragmen jauh lebih kecil yang menyebabkan meteor tidak terdeteksi dengan mata telanjang, yang merupakan nilai total bahan meteorik jatuh ke bumi dalam satu hari, antara 1000 dan 10.000 ton. Meteor dapat muncul secara sporadis pada setiap titik di langit, atau membentuk hujan meteor yang disebut. Setiap malam yang cerah sangat cocok untuk pengamatan meteor sporadis, tetapi lebih sering pada paruh kedua malam.
 
Selama hujan meteor, laju meteor biasanya lebih tinggi. Beberapa orang datang untuk mengandalkan 2.000 meteor per jam. Jika selama jejak meteor shower meteor terwakili dalam peta bintang, tampak bahwa mereka semua tampaknya berasal dari sebuah titik, yang disebut titik bersinar. Meteor shower diberi nama untuk konstelasi dimana berseri-seri berada, seperti Leonids, yang bersinar di Leo, Tauran (dalam Taurus), Orion (di Orion), Persia (di Perseus) , dll ... 

Adapun asal meteor shower, mereka yang terkait dengan orbit cometary, terjadi ketika Bumi melintasi orbit komet. Kawanan meteor adalah sisa-sisa dan puing-puing komet yang mengorbit Matahari dalam orbit elips. meteor sporadis disebabkan oleh kawanan Meteoroid limbah tua.
* Sumber :http://geospasial.blogspot.com/2010/12/tata-surya.html *